Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2020

MODUL BANGUNAN SEHAT

Prinsip  bangunan  sehat  ini  bertujuan  untuk  memberikan  pemahaman  mengenai  rancangan dan  konstruksi  bangunan  yang  dapat  membuat  pengguna  bangunan  menjadi  lebih  sehat  dan sejahtera.  Pengertian  dari  bangunan  sehat  atau  healthy  buildings,  diperkenalkan  oleh  Levin pada  tahun  1995,  tentang  pengaruh  bangunan  pada  pengguna  dan  lingkungannya.  “A healthy  building  is  one  adversely  affects  neither  the  health  of  its  occupants  nor  the  larger environment.”  (Levin,  H,  1995).  

Pembahasan  prinsip  bangunan  sehat  akan  menjawab  dua  permasalahan  yaitu  (1)  bagaimana mendesain  bangunan  sehat  dalam  bidang  arsitektur  seperti  konstruksi  bangunan, keberlanjutan,  dan  ketahatan;  (2)  bagaimana  hidup  sehat  di  dalam  bangunan  sehat  sebagai manusia,  perannya  dalam  komunitas,  dan  pengaruh  dalam  bekerja  dan  lingkungan  hidup yang  sehat. 

Unduh  modul bangunan sehat    klik

PEDOMAN UMUM RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

Lampiran 
PERATURAN MENTERI  PEKERJAAN UMUM NOMOR: 
06/PRT/M/2007 TENTANG PEDOMAN  UMUM RENCANA TATA BANGUNAN  DAN  LINGKUNGAN

Unduh  

Gambar teknik dan spesifikasi teknis

Fungsi gambar kerja dan spesifikasi teknis dalam pelaksanaan suatu pekerjaan adalah sebagai acuan dalam melakukan pekerjaan proyek. Dengan adanya acuan tersebut diharapkan produk yang dihasilkan dalam suatu proyek akan sesuai dengan mutu yang diharapkan oleh Pemilik Proyek (owner) dan tercantum dalam kontrak kerja.

Unduh Gambar Teknik dan Spesifikasi Teknis    klik

Baik dan buruk konstruksi rumah

Ada banyak hal yang sudah dipelajari dari beberapa proyek konstruksi rumah, khususnya menyangkut contoh-contoh baik dan buruk. Sementara contoh-contoh buruk ditampilkan apa adanya, contoh-contoh baik memperlihatkan betapa banyak yang bisa dicapai dengan adanya tenaga ahli, keseriusan kerja, pengalaman yang baik, masuk akal dan adanya standar pelatihan teknis. 

Mengacu pada hal diatas, buku ini dibuat untuk melengkapi buku-buku standar konstruksi rumah yang sudah banyak diterbitkan. Disajikan dengan sederhana dan cukup jelas, sehingga memudahkan pembaca yang bukan dari kalangan teknik untuk dapat memahami aturan-aturan standar pembangunan rumah tinggal sehingga dapat menghasilkan rumah dengan kualitas baik.

Unduh baik buruk konstruksi rumah   klik

Buku Saku K3

PT  Jasa  Marga  (Persero)  Tbk.  sebagai  perusahaan jalan  tol  yang  memiliki  visi  menjadi  perusahaan  yang modern  dalam  bidang  pengembangan  dan  pengoperasian  jalan  tol,  berkeyakinan  bahwa  Mutu  Hasil  & Proses  Kerja,  Mutu  Keselamatan  &  Kesehatan  Kerja dan  Mutu  Etika  berusaha,  termasuk  pengelolaan lingkungan  adalah  syarat  utama  bagi  tumbuh  dan berkembangnya perusahaan secara berkelanjutan.

Unduh buku saku K3     klik

Modul Konstruksi Jalan

Unduh Modul Konstruksi Jalan    klik
Unduh Modul Konstruksi Jalan dan Jembatan SMK    klik

Menggambar Gedung dengan Auto CAD 2009

AutoCAD merupakan salah satu produk CAD (Computer Aided Design) yang dikembangkan oleh Autodesk Inc, sebuah perusahaan perangkat lunak raksasa Amerika yang mengkhususkan diri membuat program-program komputer grafis. AutoCAD sangat universal, dipergunakan hampir diseluruh bidang rekayasa (engineering) yang memanfaatkan keunggulan CAD untuk menunjang pekerjaan.

Unduh buku AutoCAD 2009   klik

Selasa, 28 Juli 2020

PPKn Kelas X

KATA PENGANTAR 


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, dan karunia-Nya, sehingga Buku  Teks dan Buku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Kelas X untuk SMA / SMAK dapat terselesaikan.

Buku  Teks dan Buku Guru ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 dan terbitan kali ini merupakan edisi revisi pertama dari penyusunan buku sebelumnya. Pendidikan Pancasila dan Kewarga-negaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang mempunyai misi sebagai pendidikan nilai dan moral Pancasila, penyadaran akan norma dan konstitusi UUD Negara Republik Indonesia  Tahun 1945, pengembangan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan penghayatan terhadap filosofi Bhinneka Tunggal Ika. 

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dimak-sudkan sebagai upaya membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia  Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Oleh karena itu, tujuan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA / SMK / MA / MAK adalah  upaya mengembangkan kualitas warga negara secara dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya pengembangan peserta didik agar mampu : 

  1. Berpikir secara rasional, kritis, kreatif, dan etis serta memiliki semangat kebangsaan serta cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila,  Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia  Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.         
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang independen, sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan  Tuhan Yang Maha Esa.                           
  3. Berkomitmen dan proaktif dalam berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai karakter bangsa Indonesia.                                   
  4. Berkembang secara  positif dan  demokratis dalam  mengembangkan konstitusi yang sehat dan dinamis serta memiliki keyakinan, kemauan, kesetiaan, dan kebanggaan serta keteguhan sebagai bangsa Indonesia.                      
Buku Teks Pendidikan Pancasila dan Kewarga-negaraan (PPKn) Kelas X untuk jenjang SMA/SMK/MA/MAK ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan  yang  digunakan  dalam  Kurikulum  2013,  buku  ini  berbasis  Aktivitas,  dimana peserta didik diajak berani untuk mencari  sumber belajar lain yang relevan dan tersedia serta terbentang luas disekitarnya, sehingga peserta didik menjadi bahagian dalam kegiatan pembelajaran.

Untuk menunjang kegiatan pembelajaran, buku teks ini dilengkapi dengan buku guru, sebagai panduan pembelajaran yang berisi alternatif-alternatif kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan guru di kelas. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dan inovasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan pembelajaran lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan alam dan lingkungan sosial peserta didik. Untuk itu peran guru dalam rangka meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. 

Kami menyadari  sepenuhnya bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik, masukan dan saran yang membangun diharapkan bagi perbaikan dan penyempurnaan buku. Akhirnya penulis  mengucapkan terima  kasih  tak terhingga kepada  pihak-pihak  terkait,  khususnya Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan yang telah menerbitkan buku teks dan buku guru ini. Semogabuku ini dapat memberikan setetes ilmu bagi bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. 


Jakarta, Maret 2016 
Penulis


Unduh Buku PPKn Kelas X     klik





PPKn Kelas XII

Kata Pengantar


Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah mata pelajaran yang dirancang untuk membekali siswa dengan keimanan dan akhlak mulia sebagaimana diarahkan oleh falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Melalui pembelajaran PPKn, siswa dipersiapkan untuk dapat berperan sebagai warga negara yang efektif dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, dalam mapel ini membahas secara utuh materi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Materi-materi tersebut, diharapkan dapat diterjemahkan oleh siswa di dalam tata cara kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dengan tidak mengesamping-kan nilai-nilai universal kemanusiaan dalam implementasinya.

Sebagai bagian dari Kurikulum 2013, kompetensi yang dibentuk melalui pembelajaran PPKn untuk Pendidikan Menengah Kelas XII haruslah mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ketiga kompetensi tersebut, diajarkan untuk membuat siswa terampil dalam menerapkan hasil pembelajaran PPKn dalam kehidupan nyata. Hal tersebut diharapkan dapat membentuk siswa menjadi seorang warga negara yang taat dan meyakini falsafah hidup bangsa Indonesia dalam kesehariannya. Dengan demikian, kompetensi lulusan pendidikan menengah mampu menjadi cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

Untuk mencapai kompetensi seperti di atas, pembelajaran PPKn dirancang berbasis aktivitas. Berbagai aktivitas yang dibuat, akan disesuaikan dengan tema kewarganegaraan. Hal itu diharapkan dapat mendorong siswa menjadi warga negara yang bertanggung jawab melalui kepeduliannya terhadap permasalahan dan tantangan yang dihadapi bangsa, negara, dan masyarakat sekitar sampai peradaban dunia. Kepedulian tersebut, ditunjukkan dalam bentuk partisipasi aktif dalam pengemba-ngan komunitas yang terkait dengan dirinya. Kompetensi yang dihasilkan bukan lagi terbatas pada kajian pengetahuan ataupun keterampilan penyajian dalam bentuk karya tulis akan tetapi, lebih ditekankan kepada keterampilan berbentuk tindakan nyata sebagai perwujudan dari sikap peduli, bertanggung jawab, dan cinta tanah air yang telah terasah dalam diri siswa.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Adapun peran guru adalah meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Oleh sebab itu, guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial serta alam sekitarnya.

Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka terhadap masukan dan akan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca untuk memberi-kan kritik, saran, dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Tim Penulis


Unduh buku PPKn kelas XII     klik






MENGGAMBAR JALAN DAN JEMBATAN 1 (TOPOGRAFI)

Informasi Umum


Dalam  pembuatan  jalan  dan  jembatan,  data  topografi  sangat  diperlukan. Mengapademikian?  karena  dari  data  topografi  ini  kita  dapat mengefisienkan  RAB  yang  akan digunakan dengan  cara  standar  yang  digunakan disesuaikan  dengan  keadaan topografi  di  lokasi.

Dalam  hal  ini,  jenis  medan  dibagi  dalam  tiga  golongan umum yang dibedakan menurut  besarnya  lereng  melintang  dalam  arah  kurang  lebih  tegak  lurus sumbu  jalan.

Klasifikasi medan  dan  besarnya  lereng  melintang, golongan  medan, kemiringan  lereng  mellintang:

Datar                      0  sampai  9  %
Perbukitan         10  sampai 24,9 %
Pegunungan       ≥ 25 %

Adapun pengaruh keadaan  topografi  terhadap  perencanaan suatu  jalan raya meliputi hal-hal sebagai  berikut :
  1. Tikungan:  Jari-jari  tikungan  pada  pelebaran  perkerasan  diambil  sedemikianrupa sehingga  terjamin  keamanan  dan  kenyamanan  jalannya kendaraan  dan pandangan  bebas  harus cukup  luas. 
  2. Tanjakan:  Dalam  perencanaan  diusahakan  agar  tanjakan  dibuat  dengan kelandaian  sekecil  mungkin.  
Dalam  merencanakan  jalan,  khususnya  pada  peta  topografi  sebaiknya  perencana mampu melihat  ataupun  membayangkan  bagaimana  situasi  sesungguhnya  yang  akan direncanakan sehingga gambar-gambar rencana yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, karena akan sangat berpengaruh pada rencana anggaran biaya dan kenyamanan serta keamanan pengemudi atau pengguna jalan. 

Unduh Modul Menggambar Jalan Jembatan (Topografi) klik

PPKn Kelas XI

KATA PENGANTAR


Fokus utama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) adalah mempersiapkan kalian selaku peserta didik untuk dapat berperan sebagai warga negara yang baik, yaitu warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter serta setia kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan merefleksikannya dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Selain itu, PPKn dapat mengembangkan kemam-puan kalian untuk dapat:

  1. berpikir kritis, rasional dan kreatif dalam menghadapi berbagai masalah  kewarganegaraan;
  2. berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
  3. berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan pada karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup secara berdampingan dengan sesama; dan
  4. berinteraksi dengan bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi
Berkaitan dengan hal tersebut, buku PPKn ini ditulis untuk membantu mewujudkan pembentukan warga negara yang baik melalui proses pem-belajaran di sekolah. Selain itu, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penanaman nilai dan moral dalam mengadapi era globalisasi, sehingga identitas kebangsaan dan kepribadian Indonesia tetap melekat dalam diri kalian.

Buku ini disusun berdasarkan kurikulum 2013. Pembahasan materi pembelajaran PPKn mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Materi disajikan dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh kalian dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis kalian yang sekarang duduk di kelas XI. 

Pembelajaran PPKn dalam Kurikulum 2013 lebih menekankan pada penguasaan kompetensi spritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Nah, karakteristik tersebut semuanya terdapat dalam buku ini, sehingga sangatlah tepat jika kalian menjadikannya sebagai salah satu sumber belajar di sekolah ataupun di luar sekolah.

Akhirnya, penulis sampaikan Selamat Membaca dan Mempelajari Buku ini! 

Semoga kalian termasuk kategori warga negara yang baik.


Jakarta, Januari 2017
Yusnawan Lubis dan Mohamad Sodeli


Unduh buku PPKn Kelas XI   klik

Bahan Ajar Menggambar Interior 3 Dimensi

KATA PENGANTAR

Bahan  ajar,  GBPP, SAP  dan  Transparansi  ini  disusun  dalam  bentuk  modul/paket pembelajaran  yang  berisi  uraian  materi  untuk  mendukung  penguasaan Kompetensi/Sub  Kompetensi  tertentu  yang  ditulis  sequensial,  sistematis  dan sesuai  dengan  prinsip  pembelajaran  dalam  kompetensi. Untuk itu  modul/paket  ini sangat  sesuai  dan  mudah  dipelajari  secara  individu,  dan  dipersiapkan  untuk peserta  Diklat  Kompetensi  GAMBAR  DESAIN  3  DIMENSI, yang diselenggarakan  oleh  P4TK  BMTI  Bandung,  dapat  digunakan  untuk diklat lain yang  sejenis. 

Didalam  penggunaannya,  bahan  ajar  ini  tetap  mengharapkan  penerapan  azas keluwesan  dan  keterlaksanaan,  yaitu  menyesuaikan  dengan  karakteristik  peserta, kondisi  fasilitas  dan  tujuan  kurikulum/  program  diklat.  dengan  demikian,  kepada semua  pihak  baik  kepala  unit  kerja  maupun  widyaswara/tenaga  pegajar diharapkan  untuk  dapat  berusaha  mengoptimalkan  penggunaannya  sehingga kegiatan  diklat  yang  dilakukan  lebih  bermakna  dalam  meningkatkan/ membekali kompetensi peserta  diklat.

Kami  atas  nama  lembaga  Pusat  Pengembangan  dan  Pemberdayaan  Pendidik dan  Tenaga  Kependidikan  Bidang  Mesin  dan  Teknik  Industri  Bandung menyampaikan  terima  kasih  dan  penghargaan  yang  setinggi-tingginya  kepada para  penulis,  panitia  dan  semua  unit  kerja  terkait  atas  peran  sertanya  dalam penulisan  bahan  ajar  ini. 

Demikianlah  mudah-mudahan  apa  yang  kita  kerjakan  dapat  bermanfaat  dalam mendukung  pengembangan  pendidikan  kejuruan,  khususnya  dalam  pembekalan kompetensi  kejuruan  peserta  diklat. 


Bandung,  10 Februari 2012
Kepala, 

Drs.  Dedy  H. Karwan,  MM
 NIP  19560930 198103 1 003


Unduh Bahan Ajar   klik

Menggambar Perangkat Lunak Semester 3

KATA PENGANTAR


Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi. Di dalamnya dirumuskan secara terpadu kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didik serta rumusan proses pembelajaran dan penilaian yang diperlukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diinginkan. 

Faktor pendukung terhadap keberhasilan Implementasi Kurikulum 2013 adalah ketersediaan Buku Siswa dan Buku Guru, sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang ditulis dengan mengacu pada Kurikulum 2013. Buku Siswa ini dirancang dengan menggunakan proses pembelajaran yang sesuai untuk mencapai kompetensi yang telah dirumuskan dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai.

Sejalan dengan itu, kompetensi keterampilan yang diharapkan dari seorang lulusan SMK adalah kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret. Kompetensi itu dirancang untuk dicapai melalui proses pembelajaran berbasis penemuan (discovery learning) melalui kegiatan-kegiatan berbentuk tugas (project based learning), dan penyelesaian masalah (problem solving based learning) yang mencakup proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Khusus untuk SMK ditambah dengan kemampuan mencipta.

Sebagaimana lazimnya buku teks pembelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi, buku ini memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas.  Buku ini memuat urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didik. Buku ini mengarahkan hal-hal yang harus dilakukan peserta didik bersama guru dan teman sekelasnya untuk mencapai kompetensi tertentu; bukan buku yang materinya hanya dibaca, diisi, atau dihafal.

Buku ini merupakan penjabaran hal-hal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan kurikulum 2013, peserta didik diajak berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Buku ini merupakan edisi ke-1. Oleh sebab itu buku ini perlu terus menerus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. 

Kritik saran, dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya sangat kami harapkan; sekaligus, akan terus memperkaya kualitas penyajian buku ajar ini. Atas kontribusi itu, kami ucapkan terima kasih. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada kontributor naskah, editor isi, dan editor bahasa atas kerjasamanya. Mudah-mudahan, kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan menengah kejuruan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2014
Direktur Pembinaan SMK
Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA

Unduh bahan ajar klik

Standar Informasi Dalam Gambar Manual

Handout ini adalah manual yang berisi standar informasi atau elemen‐ elemen lainnya pada gambar‐gambar pra‐rancangan, yang ditujukan untuk menjadi standar  pada semua Studio Perancangan Arsitektur dan studio atau mata kuliah  workshop  lain, mulai dari tingkat TPB hingga   Tugas Akhir, Studio S2 dan Thesis  Desain. Handout  ini  merupakan  revisi  update  dari  manual  yang  diterbitkan  tahun  2014. Jika  sudah  difinalisasi,  standar  ini  akan  menjadi  ketentuan  dan  format  keluaran  di  setiap  studio  tersebut  di  atas  oleh  para  koordinator  dan  pengampu mata kuliah. Standar  ini  akan  terus‐  menerus  diperbarui  dan  direvisi  sesuai  dengan  perkembangan  dan  masukan. 


Unduh Standar Informasi Dalam  Gambar Manual  klik

Gambar Teknik Jalan dan Desain

Modul ini berisi bahasan tentang  Membaca Gambar pekerjaan jalan dan jembatan mencakup gambar rencana, gambar kerja (shop drawing) maupun gambar hasil pelaksanaan (as built drawing).

Gambar rencana adalah gambar yang dibuat untuk mempersiapkan suatu proyek sampai dengan tahap pelelangan. Gambar ini belum merupakan gambar lengkap karena hanya terdiri dari gambar yang pokok-pokok saja, misalnya gambar denah dilengkapi dengan gambar konstruksi dan gambar pelengkap lainnya untuk keperluan pelelangan. 

Gambar kerja (shop drawing) adalah gambar rencana yang dilengkapi dengan gambar-gambar detail dan gambar tambahan agar pelaksanaan pembangunannya sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen tender.

Gambar kerja tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan terlebih dahulu sebelum digunakan di lapangan. Gambar hasil pelaksanaan (as-built drawing) adalah perubahan gambar yang terjadi apabila terdapat perbedaan dalam pelaksanaan yang disebabkan oleh koreksi di lapangan dan telah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, dan merupakan gambar akhir yang harus diserahkan kepada Pemilik Pekerjaan untuk kepentingan operasi dan perawatan dan dokumentasi proyek.

As-built drawing kadang-kadang disebut juga record drawing. Dengan memahami kodefikasi dan standar gambar untuk pekerjaan jalan dan jembatan di maksud di atas, diharapkan hasil kerja juru ukur kuantitas dapat memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam jabatan ini.    Diharapkan modul ini bermanfaat bagi para pembaca terutama dalam meningkatkan kemampuan pengawasan pekerjaan jalan. 


Unduh Modul klik

Modul Menginterpretasikan Gambar Teknik

Modul  Menginterpretasikan  Gambar  Teknik  merupakan  paket  belajar  mandiri  yang meliputi  serangkaian  pengalaman  belajar  yang direncanakan  dan  dirancang  secara  sistematis dengan  memperhatikan  tiga  aspek  yaitu  aspek kognitif,  afektif  dan  psikomotorik.   

Kegiatan pembelajaran  yang  disusun  dalam modul  pengetahuan  dan  kegiatan  praktik sehingga  siswa disamping  menguasai  materi  juga mampu  melakukan kegiatan praktik.

Modul  ini  dibagi  menjadi  5  kegiatan  belajar yaitu  kegiatan  belajar  1  tentang  Pengenalan Gambar  Teknik,  kegiatan  belajar  2  tentang Penyajian  Gambar,  kegiatan  belajar  3  tentang Simbol Listrik  dan  Elektronika,    kegiatan  belajar 4  tentang  Diagram  Wiring,  dan  kegiatan  belajar 5 tentang  Menginterpretasikan  Gambar  Teknik  dan Rangkaian. 

Modul  ini  juga  dilengkapi  uji kompetensi  yang  berada  pada  setiap  kegiatan  belajar  dan evaluasi  akhir  untuk  mengetahui tingkat  pemahaman siswa.

Modul  Menginterpretasikan  Gambar  Teknik diharapkan  bermanfaat  bagi  siswa  dan  guru sebagai  tambahan  materi  dalam  pembelajaran  Menginterpretasikan  Gambar  Teknik. 

Penulis menyadari  bahwa  dalam  pembuatan modul ini  masih  jauh  dari  kesempurnaan.  Oleh sebab  itu, kritik maupun saran sangat  diharapkan untuk penyempurnaan modul  ini. 

Modul ini juga bisa dijadikan panduan dasar-dasar menggambar bagi siswa SMK semua jurusan.

GLOSSARIUM

CAD  (Computer  Aided  Design)  adalah  pembuatan  gambar  atau  desain  teknik  dengan komputer.

Bahasa  Teknik  (bahasa  untuk  sarjana  teknik)  adalah  alat  untuk  menyatakan  ide  seorang sarjana  teknik yang  berupa  gambar. 

DIN  adalah  Kependekan  dari  Dhate  International  Normalization  yang  berkedudukan  di Jerman, untuk menstandarkan ukuran produk-produk Jerman dan  anggotanya. 

Gambar  Berlembar  Banyak  yaitu  jenis  gambar  dimana  sebuah  benda  digambar  pada beberapa  lembar  kertas  gambar,  dan  biasanya  digunakan  jika  benda  yang  digambar cukup  rumit  dan tidak mungkin digambar  dalam  satu lembar kertas. Interpretasi  

Gambar Teknik  adalah  tafsiran  atau  terjemahan  dari  suatu  gambar  teknik  agar gambar  tersebut  dapat  dibaca,  dipasang,  dioperasikan  atau  dikomunikasikan  oleh pihak-pihak tertentu.

ISO adalah  kependekan  dari  International  Standartization  for  Organization  yang berkedudukan  di  Swiss  yang  mengatur  dan  mengawasi  standart,  ukuran,  managemen dan kualitas  produk seluruh  anggotanya  di  seluruh dunia.

JIS  adalah  kependekan  dari  Japan  International  Standart,  yaitu  standart  Jepang  yang digunakan dinegaranya  dan kelompoknya.

Mesin  Gambar  adalah  alat  yang  dilengkapi  dengan  mekanisme  gerak  sejajar  yang  terdiri  4 batang  penghubung  yang  dapat  menggantikan alat-alat  gambar  konvensional.

NEN  adalah  standar    yang  dipunyai  Belanda  dan  berkedudukan  di  negara  Belanda  untuk menstandarisasi  ukuran-ukuran dari  Belanda  Nederland Standartzation. 

Ortogonal  adalah  gambar  proyeksi  yang  bidang  proyeksinya  mempunyai  sudut  tegak  lurus terhadap  proyektornya.  Garis-  garis  yang  memproyeksikan  benda  terhadap  bidang proyeksi  disebut  Proyektor.

Piktorial  adalah  untuk  menampilkan  gambar-gambar  3  dimensi  pada  sebuah  bidang  2 dimensi.  Dapat  kita  lakukan  dengan  beberapa  macam  cara  proyeksi  sesuai  dengan aturan menggambar.

Sistem  Gambar  Kelompok  yaitu  jenis  gambar  dimana  beberapa  benda  digambar  pada  satu lembar  kertas  gambar,  dan  biasanya  banyak  digunakan  karena  mudah  untuk  menunjuk kembali  hubungan-hubungan antara  gambar  yang  satu dengan  yang  lain.

Sistem  Gambar  Satu-satu  adalah  jenis  gambar  dimana  suatu  benda  digambar  pada  satu lembar  kertas  gambar,  dan  biasanya  digunakan  untuk  merencanakan  proses  kerja,  cara produksi, pembukuan dan sebagainya. 

Unduh Modul klik

Sabtu, 25 Juli 2020

Belajar Kewirausahaan Era Milenium & RI 4.O

Persoalan pengangguran di Indonesia pada dasarnya tidak terlepas dari seberapa besar peran pendidikan dalam mencetak lulusan yang umumnya lebih cenderung diarahkan untuk menjadi pencari kerja daripada menciptakan lapangan kerja. Padahal ketimpangan antara ketersedian lapangan kerja dengan pencari kerja sangat tidak seimbang.

Oleh karenanya untuk mengatasi persoalan pengangguran  perlu ada suatu kurikulum tambahan mengenai kewirausahaan  dalam dunia pendidikan, khususnya pada pendidikan setingkat sekolah menengah atas, kejuruan maupun Aliyah karena pada pendidikan tingkat inilah orientasi anak didik sudah pada dunia kerja. Melalui konsep kurikulum kewirausahaan ini diharapkan anak didik dapat memiliki bekal keterampilan soft skill dan hard skill berwirausaha dengan cara memasukkan muatan kewirausahaan baik secara substansi nilai-nilai kewirausahaan maupun aplikasinya pada setiap proses pembelajaran.

Para siswa sekalian untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang kewirausahaan silahkan membaca bahan ajar Pembelajaran Mapel Produktif Berbasis KWUKewirausahaan di Era Milenium & RI 4.O, Cerita Baik - D’Tech Engineering, Dari Kampung Taklukkan Dunia.Dan bahan bacaan yang lainnya untuk memperkaya cakrawala berfikir dan berbuat yang terbaik.

Industri Konstruksi 4.0 yang ditandai dengan penggunaan teknologi informasi dalam setiap aspek pekerjaan, termasuk di sektor konstruksi menjadikan keharusan bagi sdm konstruksi untuk menyesuaikan diri.   “Hal  ini menjadi tantangan buat kita, apakah kita bisa menjadi salah satu pelaku dalam Industri Konstruksi 4.0, atau hanya menjadi penonton saja. Dan untuk itu salah satu yang harus dipersiapkan adalah dengan menjadi spesialis pada bidang tertentu, atau istilahnya terspesialisasi”.

Terdapat tiga pelaku utama pada industry konstruksi 4.0, yaitu penyedia teknologi, penyedia infrastruktur digital, dan pengguna teknologi dan infrastruktur industri 4.0, dengan tanggungjawab dan kewenangan masing-masing. Penerapan teknologi informasi (internet) sejak dari perencanaan, perancangan, penyelenggaraan, pemeliharaan, sampai pembangunan kembali merupakan suatu sistem yang masuk dalam industri konstruksi 4.0, diharapkan akan menciptakan manajemen proyek yang tepat biaya, tepat waktu dan tepat mutu. Termasuk dengan adanya teknologi BIM (Building Information Modeling) yang dibuat secara digital serta mendukung seluruh fase desain, sehingga memungkinkan analisis dan kontrol yang lebih baik dari proses manual.

“Untuk itu semua pihak akan dituntut untuk dapat bekerja secara professional karena tidak bisa lagi kita melakukan pembangunan dengan metode  konvensional, yang banyak terjadi kecurangan gambar maupun dimensi-dimensi, dan itulah yang menjadi tantangan kita kedepan”.

Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 diperlukan “literasi baru”, yaitu mencakup literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia. Literasi data terkait dengan kemampuan membaca, menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan data dan informasi (big data) yang diperoleh. Literasi teknologi terkait dengan kemampuan memahami cara kerja mesin. Aplikasi teknologi dan bekerja berbasis produk teknologi untuk mendapatkan hasil maksimal. Literasi manusia terkait dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Selain itu, terdapat beberapa isu revolusi industri 4.0, seperti disrupsi bisnis, Inovasi dan Daya Produksi, ketimpangan, cerdas kelola, keamanan dan konflik, keterpaduan teknologi, etnis dan identitas, efektif dan efisien. Dari isu-isu tersebut kita dituntut untuk dapat selalu dinamis terhdap perubahan, cepat dalam bekerja dan dapat berkomunikasi serta berkolaborasi.

Pemerintah dalam menghadapi era industri konstruksi 4.0 juga membuat beberapa kebijakan, seperti Link And Match Dunia Pendidikan Dengan Dunia Jasa Konstruksi, Penguatan Pendidikan Vokasi dan Kejuruan Skema Pemagangan Berbasis Kebutuhan Dunia Kerja, dan Program Percepatan Sertifikasi Kompetensi.

Selamat belajar dengan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Desain Rumah 01.mp4 (Karya Bangun Setyo Mukti, Alumni 2019).

Desain Rumah 02.mp4 (Karya Bangun Setyo Mukti, Alumni 2019).


Minggu, 12 Juli 2020

Modul 14 Perhitungan Volume, Analisa Harga Satuan dan RAB

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya pengembangan Modul Perhitungan Volume, Analisa Harga Satuan dan RAB sebagai materi inti/substansi dalam Pelatihan Perencanaan Air Tanah. Modul ini disusun untuk memenuhi kebutuhan kompetensi dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang sumber daya air.  

Modul teknik pemboran air tanah disusun dalam 3 (tiga) bagian yang terbagi atas Pendahuluan, Materi Pokok, dan Penutup. Penyusunan modul yang sistematis diharapkan mampu mempermudah peserta pelatihan dalam memahami materi tata cara penyusunan rencana anggaran biaya dan harga prakiraan sendiri dalam kaitannya dengan perencanaan pemanfaatan air tanah. 

Penekanan orientasi pembelajaran  pada modul ini lebih menonjolkan partisipasi aktif dari para peserta. 

Akhirnya, ucapan terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada Tim Penyusun dan Narasumber, sehingga modul ini dapat diselesaikan dengan baik.

Penyempurnaan maupun perubahan modul di masa mendatang senantiasa terbuka dan dimungkinkan mengingat akan perkembangan situasi, kebijakan dan peraturan yang terus menerus terjadi. 

Semoga  Modul ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi ASN di bidang SDA. 

Bandung,   Desember 2017

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi 


Ir. K. M. Arsyad, M.Sc.  
NIP.19670908 199103 1 006