PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN
STUDI KASUS MAPEL RAB (ESTIMASI BIAYA
KONSTRUKSI)
Pendahuluan
Pembelajaran di Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan menyiapkan lulusan sebagai tenaga kerja
tingkat menengah yang diserap oleh duniaha.
Hal ini sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 29 tahun 1990 Pasal 1 Ayat 3 yang menyebutkan
bahwa "pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang
pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan siswa untuk
melaksanakan jenis pekerjaan tertentu". Sementara itu, pada pasal
3 ayat 2 disebutkan bahwa “pendidikan menengah
kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta
mengembangkan sikap profesional”.
Pada kurikulum 2013, secara ekspilisit mencantumkan mata
pelajaran rencana anggaran biaya (RAB), merupakan suatu kemajuan yang
diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa. Dengan demikian sekolah perlu
mendesain bagaimana kegiatan pembelajaran RAB yang cocok, mampu meningkatkan
kompetensi serta memiliki link
and match
dengan dunia kerja (profesi).
Beberapa usaha telah dilakukan, namun upaya perbaikan melalui pembaharuan
kurikulum saja belum memberikan kontribusi yang nyata,
ini tercermin dari masih rendahnya kompetensi yang dimiliki siswa SMK Program Keahlian Teknik Bangunan dalam pelajaran RAB. Hal
ini dapat disebabkan oleh penerapan metode pembelajaran yang kurang tepat,
media pembelajaran yang kurang kompetitif, sehingga membuat komunikasi dan
dinamika kelas dalam pembelajaran tidak maksimal dalam usaha
siswa mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya.
Penelitian
Terdahulu
Beberapa
hasil penelitian terdahulu dalam pembelajaran RAB, dapat diuraikan sebagai
berikut:
1.'Relevansi KurikulumTeknik Gambar Bangunan SMKN
3 Yogyakarta, (Suwarsono dan Sutarto HP, 2013).
Sekalipun kesimpulan relevansi kurikulum
pelajaran RAB sangat relevan, tetapi keberhasilan pembelajaran masih ditentukan
variabel yang lain. Beberapa masukan
dari industri berkaitan dengan kebutuhan dunia kerja yang perlu ditambahkan
dalam kurikulum secara umum dari hasil
penelitian antara lain: (1) materi
praktek dari teori-teori yang telah diberikan, karena dalam dunia kerja sangat
dibutuhkan agar peserta didik dapat mengerti aplikasi di lapangan; (2) variasi software yang berkaitan dengan teknik bangunan (AutoCAD, ArchiCAD,
3DSMax, SketcUp
dan lain-lain); (3) diperdalam metode penggambaran (gambar kerja) dengan AutoCAD termasuk jam pembelajarannya; (4) selalu meng-update
perkembangan didunia kerja terutama tentang alat-alat dan bahan, sehingga
peserta didik dapat terus mengikuti dan ketika di lapangan dapat mengerti apa yang
harus dilaksanakan dengan hal-hal baru; (5) materi tentang syarat-syarat bangunan
gedung bertingkat; (6) membuat RAB melalui
software (misalnya dengan Ms.Excel); (7) materi bahasa inggris dalam teknik
bangunan; (8) materi gambar manual lebih diperbanyak jam pelajarannya; (9)
unsur karakter jujur dan disiplin ditanamkan kepada peserta didik.
2.''Pengaruh Metode Group Investigation (GI) Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Rencana Anggaran Biaya Kelas XI SMK Negeri
2 Klaten, (Haris Alfianto dan Pangat, 2013).
Hasil penelitian menunjukan bahwa
terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas dengan perlakuan metode
kooperatif Group Investigation dibandingkan kelas dengan perlakuan metode Ceramah dalam
meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Rencana Anggaran Biaya. Hal ini
dapat dilihat dalam peningkatan nilai rata rata post test pada kelas experiment
yaitu (64,00) lebih tinggi dibanding rata rata kelas kontrol yaitu (50,00)
sehingga terdapat perbedaan yang positif dan pengaruh yang signifikan dengan p < 0,05. Dengan demikian metode Koperatif Group
Investigation
mempunyai pengaruh signifikan untuk meningkatkan prestasi belajar Rencana
Anggran Biaya siswa kelas XI di SMK N 2 Klaten.
3.'Daya Serap Siswa SMK Negeri Kota Yogyakarta Pada Mata Pelajaran
Rencana Anggaran Biaya, (Alami Pratiwi dan Bada Haryadi, 2013).
Dari ketiga penelitian diatas, pencapaian tingkat ketuntasan
dalam pembelajaran mata pelajaran RAB, dan adaptasi di dunia kerja masih sulit
dicapai, sekalipun indikator pencapaian tujuan di dalam kurikulum telah disusun
dengan baik, metode pembelajaran yang digunakan telah menggunakkan pendekatan student centered learning.
Pembelajaran RAB merupakan pembelajaran ilmu terapan dimana
keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh keberhasilan siswa dalam
pembelajaran di semester satu dan semester dua (ilmu bangunan, ilmu bahan,
dasar-dasar menggambar, simulasi digital, dan matematika), juga pelajaran yang
disampaikan bersamaan di semester tiga (gambar konstruksi bangunan, gambar
interior dan eksterior bagunan gedung, menggambar dengan perangkat lunak Autocad dan matematika). Dalam kondisi seperti
ini sulit sekali kita mendapatkan siswa yang memiliki standar pengetahuan awal
yang memadai untuk mengikuti pembelajaran RAB, apalagi cakupan materi
pembelajaran RAB dalam kurikulum menyebutkan menggunakan softwere microsoft.
Sementara
aktifitas proses belajar mengajar (cermah, demonstarasi) masih digunakan. Guru cenderung memisahkan antara teori
dan praktek. Pada pendekatan ini pelajar cenderung tidak memiliki pemahaman dan
pengetahuan yang komprehensif. Lebih jauh lagi jika penyampaian dengan metode
ceramah tanpa menggunakan media pembelajaran yang kompetitif, maka
akan mengakibatkan pelajar pasif dan memiliki motivasi belajar rendah.
Oleh sebab itu desain pembelajaran RAB memerlukan keseriusan tidak bersifat
cakupan saja dan hal ini membutuhkan guru yang memiliki standar kompensi yang baik,
tidak semata-mata menguasai metode atau model pembelajaran saja tetapi juga
memiliki kapasitas pengetahuan yang memadai dalam bidangnya.
Belajar aktif para siswa membutuhkan aktifitas di
luar
sebagai pendengar dan memungkinkan mereka untuk mengambil peran . pembelajaran, bekerja proyek, melalui pengarahan guru. (Godfrey Mulongo, 2014). Grant Wiggins
dan Jay Mc Tighe tradisional”. Pertama, kesalahan desain berbasis aktifitas
ini bisa disebut dengan “kegiatan aktif tanpa pikiran aktif“, pengalaman
menarik yang mengarah ke sebuah wawasan.
Pembelajaran seharusnya dirancang dengan melibatkan siswa
secara aktif, integratif, utuh dan mampu meningkatkan aktifitas, menghidupkan
pembelajaran, memperdalam retensi, serta mendorong penerapannya menjadikannya
sangat penting bagi keberhasilan belajar. Mel Silberman (2013: ix), menuliskan hal-hal sebagai pentingnya
pembelajaran aktif: (1) ketika pembelajaran terjadi secara aktif, siswa
mengerjakan sebagian besar tugasnya sendiri dengan menggunakan kemampuan berfikir otaknya dalam
mempelajari ide-ide, memecahkan masalah, dan menerapkan hal-hal yang telah
mereka pelajari; (2) mempelajari sesuatu akan lebih lebih baik, apabila dalam interaksi terjadi
secara dua arah dimana guru mendengarkan
apa yang telah diketahui oleh siswa, melihat proses yang dilakukan siswa, mengajukan
pertanyaan tentang apa yang akan dipelajari, dan mendis-kusikannya di dalam
kelas. Di atas semuanya itu, siswa “harus melaku-kannya” berusaha mencari tahu
sendiri, memberikan contoh, mempraktikkan keterampilan, dan mengerjakan tugas
berdasarkan pengetahuan yang sudah dimilikinya atau yang harus dipelajarinya.
Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari menuangkan informasi
ke dalam benak para siswa. Belajar menuntut keterlibatan mental dan tindakan si
pembelajar (learner) sendiri. Penjelasan dan demonstrasi saja
tidak akan pernah menjadi pembelajaran yang sesungguhnya dan langgeng.
Paul Eggen dan Don Kauchak (2012: 259):
“Sebuah
model pembelajaran atau instruksional untuk membantu siswa mengembangkan
pemahaman mendalam tentang bangunan pengetahuan sistematis sambil secara
bersamaan melatih keterampilan berfikir kritis mereka”.
Saat
menggunakan model, guru memberikan kombinasi fakta, konsep dan generalisasi di
dalam satu matriks. Atau, bentuk penataan lain seperti peta konsep atau
hierarki mendetail. Guru membimbing siswa saat mereka mencari pola dan hubungan
sebab akibat di dalam informasi tersebut. Model integratif didasarkan pada pandangan bahwa pembelajar atau siswa membangun pemahaman mereka sendiri tentang topik-topik yang mereka
pelajari ketimbang merekam pelajaran di dalam bentuk yang sudah tertata secara
sistematis. Menggunakan model ini menuntut guru untuk cakap dalam mengajukan
pertanyaan dan dalam membimbing pemikiran siswa.
Kompetensi
analisis anggaran biaya senantiasa menuntut adanya inovasi-inovasi dan
pendekatan baru. Sejalan dengan tuntutan-tuntutan tersebut pola-pola
pembelajaran yang berkaitan dengan teknologi Inovasi
baru ini dikaitkan dengan bangunan pengetahuan sistematis yang dibangun oleh
siswa dalam penyusunan perhitungan anggaran biaya dan selanjutnya dinalisis
secara kritis; (1) menentukan analisis satuan pekerjaan sipil; (2) menentukan
harga satuan bahan, harga satuan upah dan dan harga satuan alat yang diadakan;
(3) menghitung besaran volume macam dan jenis pekerjaan; (4) menyusun
perhitungan RAB;
Microsoft excel merupakan softwere pengolah data elektronik atau spreadsheet
yang sangat popular dan paling banyak digunakan para operator komputer untuk
menyelesaikan berbagai macam bentuk laporan dalam bentuk tabel. Fasilitas dan kemampuan dalam mengolah data
merupakan satu-satunya alasan mengapa orang lebih memilih untuk menggunakan softwere ini, termasuk di dalam lingkungan kerja.
Dalam perhitungan rencana anggaran biaya apabila perhitungan
tersebut dilakukan secara manual (dengan menggunakan kalkulator) akan membu-tuhkan
waktu yang lama, di samping itu belum tentu hasilnya tepat. Untuk itu,
dibutuhkan suatu software agar perhitungan tersebut dapat
dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat. Dalam menyelesaikan perhitungan tersebut
kita dapat menggunakan microsoft excel, dengan tersedianya fungsi-fungsi (function), yang dapat digunakan dalam menghitung volume pekerjaan
rencana anggaran biaya (RAB).
Dalam pembelajaran ini, guru sebaiknya menggunakan metode atau model pembelajaran yang
mampu membawa konstruksi berfikir siswa, dengan berbantuan softwere dalam menyelesaikan perhitungan rencana
anggaran biaya, dengan menjadikan proses; (1) pembelajaran dibuat aktif agar
siswa terlibat secara langsung dalam aktualisasi mencapai tujuan pembelajaran;
(2) pembelajaran yang menyenangkan, penuh tantangan dan bersifat otentik, sehingga motivasi belajar
siswa
meningkat; (3) mengarahkan siswa ke pemahaman mendalam dan pikiran kritis
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar; (4) dapat beradaptasi dengan dunia
kerja dimana adanya tuntutan ketepatan dan kecepatan dalam penyusunan laporan.
Penelitian-penelitian mata pelajaran RAB dan
pendekatan pembelajaran aktif yang pernah dilakukan.
1.''Pengaruh Metode Group
Investigation (GI) Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Rencana Anggaran Biaya Kelas XI SMK
Negeri 2 Klaten. E-Journal Pend. Teknik
Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Yogyakarta. Vol 1, No 2 (2013)
2.'Penerapan Model Pembelajaran STAD Dalam Meningkatkan Partisipasi Dan Hasil
Belajar RAB Siswa Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Samadua
Kabupaten Aceh Selatan. Pelangi PendidikanUniversitas Negeri Medan.Vol. 20 No.
1 Juni 2013.
3.'DayaSerap Siswa SMK Negeri di Kota Yogyakarta Pada Mata Pelajaran
Rencana Anggaran Biaya. E-Journal Pend. Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta .Vol 1, No 2 (2013)
Berdasarkan pemikiran-pemikiran di atas, maka seorang
guru membuat perencanaan pembelajaran tersusun secara baik agar dapat dilakukan
oleh siswa yang berkaitan dengan penerapan pendekatan pembelajaran
aktif pada Mata Pelajaran RAB (Estimasi Biaya Konstruksi), dalam meningkatkan hasil
belajar siswa.
Adapun masalah yang perlu dipahami oleh guru adalah:
1.'''Kegiatan belajar mengajar dengan strategi pembelajaran aktif berbantuan
microsoft
excel 2007 pada mata
pelajaran RAB menghitung biaya pondasi rumah
yang bagaimana yang akan diterapkan.
2.'''Mampu melihat perbedaan dan interaksi akibat pendekatan
pembelajaran terhadap hasil belajar siswa.
3.'''Rancangan produk softwere RAB yang bagaimana yang akan digunakan
menghitung biaya yang disampaikan dalam pembelajaran atau menggunakan pemanfaatan
fasilitas yang disediakan dalam sofwere microsoft
excel.
4.'''Level kompetensi perhitungan RAB pada perhitungan biaya pekerjaan seperti apa yang akan diterapkan.
Definisi Istilah
1.'''Belajar merupakan suatu perubahan internal yang terjadi pada diri seseorang,
perubahan dalam potensi untuk bertingkah laku, serta perubahan tingkah laku itu
sendiri, perubahan yang terjadi bukan karena perubahan secara alami atau karena
menjadi dewasa yang dapat terjadi dengan sendirinya atau karena perubahannya
sementara saja, tetapi lebih karena reaksi
2. Pembelajaran
aktif adalah suatu
pembelajaran yang melibatkan siswa untuk
belajar secara aktif dengan pikiran yang aktif, serta membantu siswa mengembangkan pemahaman
mendalam tentang bangunan pengetahuan sistematis sambil secara bersamaan melatih keterampilan berpikir kritis mereka dalam memperoleh dan mengelola informasi secara bermakna, baik menemukan
ide, memecahkan persoalan, mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam
kehidupan nyata, untuk mendapatkan performa
hasil belajar yang maksimum.
3.'''Strategi pembelajaran
konvensional (ceramah, demonstrasi) dikembang-kan atas kriteria utama
berupa pengajaran tentang cara siswa menggunakan pengetahuan dan memberikan kesempatan kepada
mereka untuk mempraktekkan proses pemecahan masalah.
4.'''Tingkat keberhasilan adalah kualitas kepribadian, keteguhan, dan sikap serta ambisi yang benar untuk
mencapai tujuan yang disusun untuk dirinya sendiri, memiliki rasa kepercayaan
diri, termotivasi oleh keinginannya menjadi amat berhasil dalam profesi (belajar)
yang dipilih. Tingkat keberhasilan didapatkan melalui pengukuran yang dilakukan
melalui tes kepribadian yang didasarkan pada lima belas indikator kebutuhan
menurut Murray.
5.'Hasil belajar adalah kemampuan pengetahuan,
sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah ia melakukan proses kegiatan
belajar yang terjadi secara sadar sehingga terjadinya perubahan tingkahlaku
yang bersifat kontinu dan fungsional, bersifat positif aktif, bersifat tetap
serta dapat mengkonstruksikan pengetahuan itu dalam kehidupan sehari-hari.
6.'''Berbantuan microsoft
excel adalah pembelajaran dengan menggunakan perangkat softwere dari dalam
mengolah kata-kata
7.'''RAB adalah mata pelajaran RAB yang merupakan singkatan dari Rencana Anggaran Biaya.
Asumsi
Asumsi pembelajaran
1.''Pembelajaran ini membahas tentang belajar mata pelajaran RAB
menghitung biaya dengan berbantuan ms-excel yang dibelajarkan dengan menggunakan
metode pembelajaran aktif.
2.'Hasil belajar mata pelajaran RAB menghitung biaya pondasi rumah di
ukur atau diuji dengan menggunakan serangkaian soal ujian postes.
3.'Tingkat
keberhasilan siswa di dalam pembelajaran RAB menghitung biaya pondasi rumah
berbantuan ms-excel di ukur.
4.'Siswa memiliki potensi
alamiah yang sama untuk dihargai, menyalurkan energi dalam aktifitas,
memerlukan pengaturan diri dalam kegiatan, bergaul dengan lingkungan komunitas,
dan memiliki kepedulian terhadap sesama, dalam mengikuti kegiatan belajar mata
pelajaran RAB.
5.'Siswa telah mendapatkan pelatihan program under
windows di kelas X, sehingga dapat menjalankan microsoft excel, pembelajaran
mata
pelajaran RAB ini memfokuskan aplikasi yang dapat diterapkan pada
perhitungan data dalam menyusun RAB.
6.'Peilaiandilakukan secara obyektif dalam mengelola
pembelajaran dan memberikan katagori penilaian terhadap hasil belajar siswa.
Manfaat
Pembelajaran
Pembelajaran aktif model apapun yang diterapka dengan berbantuan
microsoft
excel pelajaran RAB menghitung
biaya ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi siswa
a. Meningkatkan keaktifan siswa terhadap
pembelajaran RAB.
b. Meningkatkan pemahaman dan penalaran konsep
pembelajaran RAB.
2.''Bagi guru, untuk mengetahui apakahpenerapan model pembelajaran
yang diterapkannya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar.
3.'''Secara praktis, diharapkan dapat
dijadikan proses belajar mengajar
dan ketuntasan hasil belajar.
Demikian
sekelumit permasalahan pembelajaran proses dan penerapannya dilakukan oleh
siswa semoga bermanfaat.
Samarinda,
Juli 2020
Mohammad Yasin, M.Pd
Daftar Pustaka
Alfianto, Haris dan Pangat. (2013). “Pengaruh
Metode E-Journal Pend. Teknik
Sipil dan Perencanaan Universitas Negeri Yogyakarta. Vol 1, No 2.
Arikunto, Suharsimi. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. PT. Bumi Aksara.
Badan
Standarisasi Nasional / BSN. SNI Edisi Revisi. (2001). Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi Bangunan
Gedung dan Perumahan (SNI). (http://www.bsn.go.id). Diakses
tanggal 07 - 12 – 2013.
Ching-Chun Shih. (2001). “Relationships
Among Student Motivation, Attitude, Learning Styles And Chievemen”t. Journal of Agricultural Education Web-Based
Learning. Volume 42.
Eggen, Paul dan Kauchak, Don. (2012). Strategi
dan Model Pembelajaran. Mengajarkan Konten dan
Keterampilan berpikir. edisi
ke enam. Jakarta. PT. Indeks.
Eison, Jim.(2010). “ Excitement
and Enhance Learning” Department of Adult, Career & Higher Education
University of South Florida, 4202 East Fowler, EDU 162.
Fink, (1999). Active
Learning, Oklahoma
Instructional Development Program.
(http://honolulu.hawaii.edu//intranet/committees/FacDevCom/guidebk/teachtip/active.htm). Diakses tanggal 07 - 12 – 2013.
Jogiyanto. (2006). Filosofi, pendekatan dan penerapan Pembelajaran Metode
Kasus untuk dosen dan mahasiswa. Yogyakarta. Andi
offset.
Ketut, Sukardi, Dewa. (1993).
Analisis Inventori Minat dan Kepribadian. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Mulongo, Godfrey.(2013).“Effect
of active learning teaching methodology on learner participation”. Journal of Education and Practice ISSN 2222-1735
(Paper) ISSN 2222-288X (Online) Vol.4, No.4.
Northem Ireland Curriculum, (2000). For Key Stages 1&2. Council for the Curriculum, Examinations and
Assessment (CCEA).
Olson, Matthew H dan B.R. Hergenhanh. (2014). Learning Theories. Jakarta. Kencana Prenada Media
Group.
Pratiwi, Alami dan Haryadi, Bada.(2013). “Daya Serap Siswa SMK Negeri
di Kota Yogyakarta Pada Mata Pelajaran Rencana Anggaran Biaya”. E-Journal Pend. Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Negeri Yogyakarta. Vol 1, No 2.
Prince,(2004). “Education Department of
Chemical Engineering.Bucknell University”. Journal Engeneering (93(3)223-231.
Schunk, Dale H, (2012). Learning Theories. Yogyakarta. Pustaka
Pelajar.